Thursday, November 6, 2008

Lebih Jauh Tentang HP BenQ Siemens E61

Kebetulan kemaren penulis abis dapet HP Benq Siemens E61 (Tuker Gabuk). Mendapatkannya dengan kondisi yang mengenaskan. Sebab apa mengenaskan, pada waktu transaksi tidak disertai Cesan, Headset, Kabel data apalagi CD bundelnya, boro-boro. :(

Setelah melihat-lihat spesifikasi yang berada di situs benq indonesia[www.benq.co.id], penulis bisa mendapatkan keterangan mengenai spesifikasi HP Benq Siemens E61. Untuk spesifikasinya bisa dilihat di sini.



Penulis tidak patah semangat, pergilah penulis ke konter yang menjual Cesan HP. Dari pada beli yang original mendingan beli yang semoga awet ajah. :D, kebetulan kata si empunya konter menawarkan Cesan untuk HP Motorola yang sama atau bisa digunakan untuk mengeces HP Benq Siemens E61. Cesan udah dapet :).

Sekarang mau menambahkan file musik atau foto-foto, gimana caranya yah. Karena media eksternalnya menggunakan microSD penulis menggunakan Colokan yang cocok buat si microSD, tapi sialnya tidak bisa terbuka file yang ada di dalamnya. :(. Itu menggunakan sistem operasi Windows XP belom dicoba untuk yang di keluarga *nix.

Setelah berbincang-berbincang dengan temen, katanya temennya mempunyai HP yang sama dengan penulis, yaitu Benq Siemens E61. Tanpa pikir panjang penulis langsung hubungi temennya tersebut untuk meminjam kabel data buat Benq Siemens E61. Setelah beberapa hari menunggu akhirnya dapet juga pinjeman kabel datanya. :), Kabel data udah dapet.

Keburukan-keburukan HP Benq Siemens E61 penulis sudah mempelajarinya, sekarang bagaimana memanfaatkan keunggulan HP Benq Siemens E61 tersebut. Daripada mencela lebih baik menggunakan yang telah disediakan oleh Produsen. *Halah*

Artikel berikutnya penulis akan membahas bagaimana membahas koneksi Internet menggunakan HP Benq Siemens E61, Menampilkan lirik menggunakan HP Benq Siemens E61, Kunci tersembunyi HP Benq Siemens E61 dan laen-laen. Tunggu aja yah.

Regars
soevar a.k.a supardi salmoe

Terima Kasih :
[+] Bos Asan yang telah meminjamkan kabel datanya.

Dikerjai oleh Ubuntu dan VirtualBox

Sekitar jam 00.30 ampe jam 05.00 hari selasa tanggal 15 Juli 2008, penulis maen ke warnet, niat awal sih mo ngirim e-mail, dari pada kaga ada kerjaan yang laen mending penulis membenarkan isi situs salmoeSoft , di sela-sela membenarkan isi situs penulis iseng iseng download software software terbaru dari filehippo . Jadinya waktu tidak terbuang dengan sia-sia. :D

Setelah selesai dari warnet, saatnya membuka file-file hasil dowloadan, memilah-milah apa yang bagus dan yang kurang bagus. Ada software yang menarik buat penulis yaitu VirtualBox, penulis mempunyai VirtualBox versi 1.5.4 dan barusan mendowload VirtualBox versi 1.6.2. Ternyata ada yang beda, selidik punya selidik VirtualBox sudah dibeli oleh Raksasa Developer "Sun".


Setelah menginstall terasa kental sekali isi dari VirtualBox setelah dibeli oleh Sun, mulai dari penamaan sampai loading untuk masuk ke biosnya, semuanya serba Sun. :(

Semua settingan VirtualBox sudah sesuai dengan keinginan. Tapi ada 1 (satu) masalah yang tidak bisa dihindarkan yaitu mengenai resolusi untuk Sistem Operasi Ubuntu di VirtualBox. Sepengetahuan penulis kita tinggal merubah file xorg.conf yang ada di folder /etc/X11. Seperti yang telah penulis lakukan terhadap sistem operasi varian unix. Setelah mencoba-coba akhirnya gagal padahal udah baca manualnya. Juga gagal merubah tampilan resolusi menggunakan tombol kombinasi SHIFT+CTRL+ALT++ atau SHIFT+CTRL+ALT+-.



EH... TERNYATA.

Tidak disengaja penulis menggerakkan pinggiran software VirtualBox, seperti gambar di bawah ini.



Apa yang terjadi, ternyata resolusi tampilan sistem operasi Ubuntu yang ada di VirtualBox, mengikuti lebar dan tinggi daripada software VirtualBox. Mengapa bisa begitu yah :?:, Ada yang bisa beri penjelasan.

Seakan-akan dalam keadaan slow down. Gambarnya seperti di bawah ini.





Tidak ketinggalan, pake maximize. :D


regards
soevar a.k.a supardi salmoe
[+] sambil mendengarkan lagu om iwan fals